Indahnya Bervespa
Salah satu kenikmatan
hakiki di dunia ini adalah bervespa. Kenapa demikian? Karena saat berada diatas
jok vespa, tangan kanan menarik gasnya, tangan kiri mainkan kopling dan gigi
nya, kaki kanan stand by di rem nya, dan kaki kiri stand by menjadi penjaga keseimbangan
disitulah otak bereaksi mengeluarkan endorfin dengan santainya. Efek yang
didapat setara dengan segelas V60 Kopi Arabika Kerinci yang termasyhur. Bagi penikmat vespa (scooteris) bunyi berisik
treng teng teng bagaikan suara merdu David dalam mengalunkan musik Naif.
Skuter asal Italia ini
memang menjadi ikon otomotif di Indonesia. Mulai eksis di tahun 1950-an
dicintai oleh beragam kalangan, tua, muda, karyawan, pimpinan, laki, perempuan,
semua melebur menjadi satu dengan julukan Scooteris. Norma tak tertulis sesama
Scooteris yang berlaku di Seluruh Dunia ini adalah saling bertegur sapa baik
berupa pencetan klakson, sapaan tangan, siulan, maupun teriakan. Semua kalangan
seolah tak ada lagi sekat sosial. Menurut om Benk, di sela
acara konferensi pers Shopee Parjo Red Carpet “Terdapat 40 ribu pengguna Vespa
yang masih setia menggunakan motornya di Indonesia ini, bahkan komunitas Vespa
di Indonesia adalah terbesar kedua di dunia setelah Italia.
Tidak hanya jumlahnya
yang banyak, Komunitas Vespa juga mempunyai jiwa solidaritas yang tinggi.
Apabila di jalan terdapat motor Vespa yang mogok, scooteris lain pasti akan
berhenti dari motornya dan akan membantu sampai vespa siap berjalan kembali,
minimal akan didorong sampai ke bengkel Vespa terdekat. Bengkel motor pun tak
semua dapat menerima perbaikan Vespa. Oleh karena nya di setiap kota, Komunitas
Vespa telah mempunyai rekomendasi bengkel-bengkel terdekat dari lokasi.
Kejadian ini telah dialami oleh penulis, dimana sedang asyik-asyiknya riding
tiba-tiba tali kopling putus di tengah jalan. Untung tak berselang lama,
lewatlah scooteris lain dan langsung singgah membantu. Didorongnya lah vespa
tersebut sampai bengkel terdekat. Dan si penolong tadi menunggu sampai vespa
penulis benar-benar siap untuk dikendarai kembali. Setelah perbaikan selesai
dan kembali riding, penulis berguman “Maka, nikmat riding Vespa yang manakah yang aku dustakan”.
Penulis
Laviola NZ
Scooteris Jambi
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Indahnya Bervespa"
Posting Komentar